Minggu, 11 Oktober 2009

0 Bahaya Narkoba Bagi Kehidupan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Alasan memilih judul

Dalam penyusunan karangan ini penulis memilih judul “BAHAYA NARKOBA BAGI KEHIDUPAN ”,dengan alasan sebagai berikut :

  1. Ingin lebih mengetahui dan memberikan gambaran yang mendalam kepada masyarakat luar mengenai Bahaya Narkoba Bagi Kehidupan.
  2. Ingin memberikan motivasi kepada generasi-generasi muda yang sering mengkonsumsi narkoba supaya berhenti, dan dapat berpikir secara jernih untuk melanjutkan hidup yang lebih baik.

2.1 Penjelasan Judul

Agar tidak mengalami kekeliruan dalam memahami permasalahan yang akan di bahas maka penulis akan menjelaskan judul “Bahaya Narkoba Bagi Kehidupan .

Judul tersebut jika dibaca atau difahami dengan sekilas mungkin pembaca akan menduga bahwa narkoba hanya merusak generasi penerus bangsa saja atau dalam arti lain pemuda dan pemudi Islam Indonesia. Tetapi penulis mencoba menjelaskan lebih dari pada itu,yakni pembahasanya juga melibatkan masyarakat luas

1.2 Latar Belakang Masalah

Adapun yang melatarbelakangi penyusunan karangan makalah ini, ialah karena masyarakat Indonesia banyak yang tidak mengerti bahkan tidak tahu sama sekali tentang bahaya atau pengaruh narkoba terhadap kelangsungan generasi penerus bangsa yang mengakibatkan rusaknya fisik dan moral Bangsa Indonesia.

Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan jauh dari norma-norma agama.

Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan Bahan/ Obat berbahanya) merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner, multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten.Meskipun dalam Kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi

pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal, akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda. Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya dikota-kota besar saja, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil diseluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas. Dari data yang ada, penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15–24 tahun. Tampaknya generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA. Oleh karena itu kita semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA.

Promotif, Preventif, Terapi dan Rehabilitasi.

Peran penting sektor kesehatan sering tidak disadari oleh petugas kesehatan itu sendiri, bahkan para pengambil keputusan, kecuali mereka yang berminat dibidang kesehatan jiwa, khususnya penyalahgunaan NAPZA. Bidang ini perlu dikembangkan secara lebih profesional, sehingga menjadi salah satu pilar yang kokoh dari upaya penanggulangan.

penyalahgunaan NAPZA. Kondisi diatas mengharuskan pula Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dapat berperan lebih proaktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Dari hasil identifikasi masalah NAPZA dilapangan melalui diskusi kelompok terarah yang dilakukan Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan Ditjen Kesehatan Masyarakat.

Depkes-Kesos RI dengan petugas-petugas puskesmas di beberapa propinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali ternyata pengetahuan petugas puskesmas mengenai masalah NAPZA sangat minim sekali serta masih kurangnya buku yang dapat

1.3 Tujuan Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini penulis mempunyai beberapa tujuan, di antaranya:

1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesa yang di sampai kan oleh guru bidang Bahasa Indonesia.

2. Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan Bahaya Narkoba Bagi Kehidupan.

3. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh yang timbul akibat dari Narkoba.

4. Ingin memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan informasi mengenai permasalahan ini.

1.4 Tujuan Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini penulis mempunyai beberapa tujuan, di antaranya:

1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesa yang di sampai kan oleh guru bidang Bahasa Indonesia.

2. Untuk mengetahui permasalahan-permasalahn yang berkaitan dengan bahaya narkoba bagi generasi muda islam.

3. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh yang timbul akibat dari narkoba.

4. Ingin memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan informasi mengenai permasalahan ini.

1.5 Identipikasi Masalah

Dalam rangka melaksanakan suatu penelitan khususnya di bidang sosial perlu di tunjang oleh landasan teoritis yang merupakan tolak ukur mengenai kebenaran yang penulis teliti. Dalam hal ini banyak orang memberikan penjelasan yang berbeda namun pada akhirnya sama


1.6 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan masalah penelitiannya sebagai berikut:

1. Apa hubungannya antara Narkoba, remaja,dan masyarakat?

2. Apa dampak yang akan terjadi akibat Narkoba ?

3. Bagai mana cara mengatasi masalah Narkoba tersebut?

1.6.1 Pembatasan Masalah

Pokok masalah yang akan penulis bahas dalam penyusunan karangan ini adalah”Bahaya Narkoba Bagi Kahidupan”. Maka dari itu penulis membatasi masalah ini menjadi:

1. Narkoba dan penyebarannya

2. Narkoba, Remaja, dan Masyarakat

3. Dampak Narkoba

4. Cara mengatasinya

1.7 Metode dan Teknik Penulisan

1.7.1 Metode penulisan

Agar dalam penulisan karangan ini lebih terarah dan sistematis, penulis mencoba menggunakan metode sebagai berikut:

1. Historis komperatif, yakni dengan mempelajari dari sumber tertulis yang telah ada, kemudian membandingkannya dengan sumber yang lain.

2. Deskriftif, yakni dengan cara mengumpulkan data-data, kemudian dianalisa dan dibahas dengan dilandasi oleh argumentasinya.

1.7.2 Teknik Penulisan

Adapun teknik penulisan yang di pakai dalam penulisan karangan ini adalah teknik book survey, yaitu penggumpulan data-data dengan cara menelaah buku-buku saerat sumber-sumber yang ada hubungannya dengan permasalahn yang penulis teliti.


1.8 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika yang penulis gunakan dalam penyusunan karangan ilmiah ini di antaranya:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Alasan Memilih Judul

1.2 Penjelasan Judul

1.3 Latar Belakang Masalah

1.4 Tujuan Penulisan

1.5 Identipikas Masalah

1.5.1 Perumusan Masalah

1.5.2 Pembatasan Masalah

1.6 Metode Dan Teknik Penulisan

1.6.1 Metode Penulisan

1.6.2 Teknik Penulisan

1.7 Sstematika Peulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Narkoba

2.2 Jenis Narkoba Menurut Efeknya

2.3 Penyalah Gunaan Narkoba

2.4 Dampak Penyalah Gunaan Narkoba

2.4.1 Dampak Fisik

2.4.2 Dampak Psikis

2.4.3 Dampak Sosial

2.5 Bahaya Bagi remaja

2.6 Apa Yang Masih Bisa Dilakukan ?

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran-saran

DAFTAR PUSTAKA

RIWAYAT HIDUP


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Narkoba

Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah :

a) Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.

b) Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

c) Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

d) Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.

e) Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti: Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.


2.2 Jenis Narkoba menurut efeknya

Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:

a) Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.

b) Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.

c) Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.

2.3 Penyalahgunaan Narkoba

Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alas an, mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. - maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan.

Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:

a. coba-coba

b. senang-senang

c. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu

d. penyalahgunaan

e. ketergantungan

2.4 Dampak penyalahgunaan Narkoba

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

2.4.1 Dampak Fisik:

a. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi

b. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.

c. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim.

d. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.

e. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.

f. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual

g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).

h. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya.

i. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.

2.4.2 Dampak Psikis:

a. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.

b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.

c. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.

d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.

e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

2.4.3 Dampak Sosial:

a Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.

b Merepotkan dan menjadi beban keluarga.

c Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram.

Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejala fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

2.5 Bahaya Bagi Remaja

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.

Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.

Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.


2.6 Apa Yang Masih Bisa Dilakukan?

Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu :

a Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.

b Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 - 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

c Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.


BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa, sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orangtua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Adapun upaya-upaya yang lebih konkret yang dapat kita lakukan sebelum kerjasama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin untuk mengetahui jumlah pengguna narkoba tersebut. Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahaya dari narkoba, sehingga kebanyakan dari mereka terus menggunakan drugs sampai sekian lama mungkin.

Satu hal yang diketahui bahwa salah satu dampak buruk narkoba bisa mengakibatkan pecandu memiliki suatu retardasi mental dan emosional. Contoh seorang pecandu berusia 16 tahun saat ia pertama kali menggunakan narkoba, dan saat ia berusa 26 tahun ia berhenti menggunakan narkoba. Memang secara fisik ia berusia 26 tahun, tetapi sebenarnya usia mental dan emosionalnya adalah 16 tahun. Ada 10 tahun yang ‘hilang’ saat ia menggunakan narkoba. Dan ini juga sebabnya mengapa ia tidak memiliki pola pikir dan kestabilan emosi seperti layaknya orang-orang lain seusianya.
Kebanyakan dari pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, akan lebih mudah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS yang akan lebih mudah masuk ke dalam organ tubuh mereka tanpa mereka ketahui. Karena kebanyakan dari pengguna jarum suntik, mereka tidak memikirkan resiko yang akan mereka peroleh, sehingga mereka sering kali untuk bertukar jarum suntik dan penggunaannya jarum suntik secara terus menerus tanpa memikirkan kebersihan dari jarum suntik tersebut, jadi kebanyakan dari mereka tidak menggunakan jarum suntik yang baru. Mereka lebih memilih untuk menggunakan jarum suntik yang lama. Padahal dari mereka pengguna jarum suntik yang terus menerus tanpa memperhatikan keberhasilannya atau mengakibatkan bakteri yang ada dalam jarum suntik tersebut lebih mudah masuk ke dalam tubuh si pemakai dan akan lebih mudah lagi menyerang organ tubuh mereka.

Bahaya-bahaya yang lain akan mereka peroleh akan lebih banyak lagi bahkan mereka tidak memperdulikan akan keselamatan mereka dan juga masa depan mereka jika mereka terus menerus menggunakan narkoba. Dan bahaya tersebut tidak hanya menyerang fisik mereka saja, melainkan mental, emosional dan spiritual merekapun akan terganggu.

3.2.Saran

Penulis dapat memberikan saran:

1. Siswa perlu mengadakan pertahanan diri dari bahaya narkoba yang selalu mengancam.

2. Agar siswa yang terlibat dalam narkoba harus selalu jujur dan giat belajar, agar ada yang membantu supaya siswa yang terkena narkoba jangan lagi bergaul dengan preman/pecandu

3. Masa-masa remaja adalah masa untuk mencari jati diri, remaja yang sedang mencari jati diri biasanya memiliki rasa keingintahuan yang besar,oleh sebab rasa ingintahulah remaja juga bias terjerumus ke dalam perangkap narkoba. Oleh karena itu penulis sarankan agar para remaja sebisa mungkin dapat memilih pergaulan yang positif. Dan juga dapat menjagadiri dari hal yang tidak baik.

4. Orang tua seharusnya memberikan perhatian lebih kepada anak-anak mereka, terutama yang sedang mengalami masa peralihan dari anak-anak ke remaja,dan remaja-remaja dewasa.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.wikimu.com/News/DisplayNewsRemaja.aspx?id=5691

http://www.anneahira.com/narkoba/dampak-narkoba.htm

http://juliuskurnia.wordpress.com/2008/04/07/arti-definisi-pengertian-narkoba-dan-golonganjenis-narkoba-sebagai-zat-terlarang/

0 komentar:

Poskan Komentar